Pemerintah Daerah Kabupaten Bima Rapat Koordinasi Terkait Harga Jagung yang Anjlok

- 19 April 2024, 06:30 WIB
Pemerintah Daerah Kabupaten Bima Rapat Koordinasi Terkait Harga Jagung yang Anjlok
Pemerintah Daerah Kabupaten Bima Rapat Koordinasi Terkait Harga Jagung yang Anjlok /Rapat koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama dengan stakeholder yang ada/

JURNAL SUMBAWA - Pemerintah Daerah Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) laksanakan rapat koordinasi terkait dengan anjlok nya harga jagung.

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan aksi unjuk rasa terkait anjloknya harga jagung.S alah satu tuntutan dari aksi masyarakat Kabupaten Bima yakni Pemerintah Daerah untuk mengintervensi harga pasar jagung.

Baca Juga: Kasus Bunuh Diri di Lombok Tengah, Pihak Keluarga Korban Menolak Otopsi

Dari berbagai tuntutan masyarakat, Pemerintah Daerah langsung menanggapi dengan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak.

Melalui Kabag Humas Suryadin mengungkapkan, meski begitu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bima telah menyikapi keresahan petani soal harga jagung ini.

Pemerintah Daerah telah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah pihak untuk menemukan solusi atas permasalahan harga jagung.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemilik Kartu Keluarga Kembali Mendapatkan Bansos Dari Pemerintah, Silahkan di Cek

Rapat Koordinasi tersebut dilangsungkan di ruang rapat Wakil Bupati Bima, kemudian dihadiri langsung oleh dua perusahaan pembeli jagung yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bima.

Selain itu, rakor itu juga dihadiri pula oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pertanian, Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan. Termasuk melibatkan unsur-unsur lain seperti TNI/Polri.

"Tindak lanjuti keresahan petani, kami langsung Rakor bersama sejumlah OPD di ruang rapat Wakil Bupati Bima," tuturnya dia.

Baca Juga: Harga Jagung Anjlok, di Berbagai Titik Warga Bima dan Dompu Turun Aksi

Suryadin mengungkapkan, hasil Rakor telah disampaikan ke Kementan dengan meminta agar harga jagung dinaikkan sesuai keinginan para petani. Keinginan petani itu diharapkan dapat diakomodir oleh Kementan.

"Sudah kami Surati sampai ke Kementan, semoga harapan petani diterima," bebernya.

Dilain sisi, dari unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Kabupaten Bima, Bupati Bima melalui Kabag Prokopim Setda Suryadin mengaku anjloknya harga jagung saat ini bukan kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.

Akan tetapi, hal tersebut merupakan tanggung jawab Badan Pangan Nasional (BND) dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Baca Juga: Tuntut Kenaikan Harga Jagung, Warga Kabupaten Dompu Blokir Jalan

"Terkait harga komoditi jagung ini bukan kewenangan Pemerintah Daerah, tapi itu kewenangan BPN dan Kementan," kata Suryadin Rabu 17 April 2024.

Sementara itu, terhadap para petani yang berunjuk rasa yang menyampaikan aspirasi agar tidak bertindak anarkis seperti blokade jalan. Karena hal demikian dapat mengganggu pengendara yang sedang melintas.

"Kami pahami kondisi masyarakat. Silakan saja sampaikan aspirasi, asal tidak blokade jalan yang dapat mengganggu aktivitas lalu lintas," jelasnya ***

Editor: Ahmad D


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah