Harga Jagung Anjlok, Himpel dan Masyarakat Laju Kembali Bersuara

- 22 April 2024, 14:38 WIB
Harga Jagung Anjlok, Himpel dan Masyarakat Laju Kembali Bersuara
Harga Jagung Anjlok, Himpel dan Masyarakat Laju Kembali Bersuara /

JURNAL SUMBAWA - Harga jagung yang anjlok membuat masyarakat resah hingga melakukan aksi unjuk rasa serta melakukan pemboikotan jalan di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aksi unjuk rasa serta pemboikotan jalan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar (Himpel) dan masyarakat Desa Laju tersebut untuk menuntut kenaikan harga jagung sesuai dengan harapan masyarakat petani jagung pada umumnya.

"Aksi unjuk rasa ini supaya Pemerintah Daerah melirik petani jagung, dan mereka mengambil bagian untuk intervensi harga pasar," kata Adhar ketua Himpel Senin 22 April 2024.

Baca Juga: Tangani Penurunan Harga Jagung, Badan Pangan Nasional Gelar Rakor

Kata Adhar, saat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpel serta masyarakat Laju Sabtu 20 April kemarin, dibubarkan secara paksa oleh pihak kepolisian Polres Bima kota.

Pembakaran aksi tersebut sangat disayangkan oleh dirinya, sebab aksi unjuk rasa hanya menyampaikan aspirasi dan keresahan para petani jagung terkait anjloknya harga jagung.

"Pembubaran secara paksa aksi kemarin telah menderai semboyan kepolisian yang dimana sebagai pengayom, pelindung dan pelayanan masyarakat," bebernya dia.

Baca Juga: Anjloknya Harga Jagung: Mahasiswa UM Bima Sebut Ini Dampak dan Tantangan Bagi Petani dan Pasar Pangan

Meski begitu, katanya, Mahasiswa serta pemuda yang tergabung dalam Himpel akan melakukan aksi lanjutan sebelum ada keputusan resmi kenaikan harga jagung.

Halaman:

Editor: Ahmad D


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah