Bekal Dalam Menghadapi Kematian, Bagini Kata Ustad Adi Hidayat

- 13 April 2024, 13:32 WIB
Bekal Dalam Menghadapi Kematian, Bagini Kata Ustad Adi Hidayat
Bekal Dalam Menghadapi Kematian, Bagini Kata Ustad Adi Hidayat /tangkap layar instagram/

JURNAL SUMBAWA - Dalam menghadapi kematian, kita harus memperbanyak amalan semasih Allah memberikan nikmat kehidupan, karena kematian merupakan rahasia Allah yang tidak ddiketahui kapan akan datang. Ustad Adi Hidayat memberikan nasihat dalam menghadapi kematian yang akaan datang.

Ustad Adi Hidayat menjelaskan, di umur 40 tahun kita harus pandai menghadapi memikirkan kematian dan alangkah baiknya diumur tersebut untuk memperbanyak ibadah untuk dijadikan sebagai bekal.

Menurut Ustad Adi Hidayat, usia 40 tahun adalah momen tepat saat seseorang mempersiapkan bekal utamanya sebelum ajal menjemput, di umur 40 tahun biasanya kita hanya diberikan waktu sedikit untuk bertobat.

Baca Juga: Cara Memudahkan Urusan Dalam Kehidupan, Adi Hidayat Sampaikan Ada 1 Kata Dalam Al-Quran

”Seseorang yang sudah sampai usia 40 tahun, maka Allah mengingatkan ia untuk menyiapkan bekal, sebelum ia kembali kepada Allah SWT," ucapnya.

"Hati-hati yang sudah berusia 40 tahun, jika Anda tidak memiliki 1 diantara 5 ini, Anda perlu khawatir, sebab ini peringatan dari Al-Qur'an" sambungnya Ustaz Adi Hidayat.

Lalu, bekal utama apa yang dipersiapkan untuk menghadapi kematian?

Doa mensyukuri hidup

Menurut ulama kelahiran Pandeglang Banten ini, doa untuk mensyukuri hidup adalah hal seharusnya dilakukan sejak lama. Namun, di usia 40 tahun menjadi usia yang paling tepat, hal ini karena sudah cukup lama hidup di dunia. Salah satunya, dengan menggunakan panca indera pada hal yang baik.

Baca Juga: Ibadah Puluhan Tahun Akan Sia-sia Jika Ada Penyakit Iri Hati. Selengkapnya Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

’’Dia musti memperbanyak doa kepada Allah SWT agar dibimbing mensyukuri nikmat hidup, plus bisa meningkatkan bakti pada orang tua," terangnya.

Ustaz Adi Hidayat mengatakan jika anda sudah sampai usia 40 tahun, pertama Anda memohon doa kepada Allah untuk dibimbing terus bersyukur kepada Allah.

"Ini yang mau saya tegaskan, apa itu syukur? tidak ada makna lain selain syukur yang tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadis, kecuali ungkapan kebahagiaan atas nikmat yang Allah berikan kepada kita," ujarnya. "Dengan cara menggunakan nikmat itu sesuai dengan fungsi yang telah Allah tetapkan," jelasnya.

Baca Juga: Di Pekanbaru Aparat Bersenjata Kawal Ketat Perayaan Ibadah Paskah

Di mana salah satunya kita akan bersyukur dengan nikmat penglihatan mata, Anda diberikan 40 tahun dalam hidup, mata masih bisa melihat.

"Bagaimana mensyukuri nikmat mata, kalau Anda ingin syukuri nikmat mata, maka yang paling singkat, gunakan nikmat mata ini sesuai dengan peruntukan yang telah Allah tetapkan," ungkapnya.

’’Fungsi mata, melihat yang baik-baik. Fungsi telinga, untuk dengar azan. Fungsi kaki, untuk berjalan ke mesjid," sambungnya. Di mana hal itu tertuang dalam Qur'an Surah ayat ke 17 ayat 36. Surah Al-Isra ayat 36.  Terjemahan

Baca Juga: Uskup Yohanes Harun Yuwono ibadah Jumat Agung sudah Sesuai Prokes

’’Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya’’. ***

Editor: Ahmad D


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah