Laga Arema vs Persebaya Surabaya: Pelatih Arema FC Angkat Bicara

- 3 Oktober 2022, 14:41 WIB
Laga Arema vs Persebaya Surabaya: Pelatih Arema FC Angkat Bicara
Laga Arema vs Persebaya Surabaya: Pelatih Arema FC Angkat Bicara /Twitter/pelatih bart/

JURNAL SUMBAWA - Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir tragis dan ratusan suporter meninggal dunia.

Dari pertandingan Arema dan Persebaya Surabaya, pelatih Arema FC, Javier Roca, angkat bicara terkait tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter, Sabtu 1 Oktober 2022.

Pelatih Arema Javier Roca bercerita ia menyaksikan langsung korban berjatuhan, beberapa meninggal di pelukan pemain.

Baca Juga: Sehari Peristiwa Kanjuruhan Malang, Laga Ligue 1 Prancis Terjadi Insiden Gas Air Mata

"Kami tidak pernah mengira ini akan terjadi, para pemain punya hubungan yang baik dengan fans. Saya ke ruang ganti dan beberapa pemain masih di lapangan," kata pelatih asal Cile tersebut.

Saat saya kembali dari konferensi pers, saya mendapati tragedi ini di dalam stadion, orang-orang lalu-lalang dengan korban di pelukan."

"Yang paling mengerikan adalah saat korban masuk ruang ganti untuk dirawat dokter tim. Sekitar 20 orang masuk dan empat meninggal. Ada suporter yang meninggal di pelukan pemain," imbuhnya.

Baca Juga: Potensi Langgar Aturan FIFA, Arema FC VS Persebaya Surabaya di Liga 1 Menyita Perhatian Publik

Sebelumnya, kanjuruhan menjadi panggung derbi Jawa Timur yang mempertemukan tuan rumah Arema melawan Persebaya Surabaya.

Laga selesai dengan skor 3-2 untuk tim tamu dan situasi pasca-laga ricuh setelah suporter tuan rumah turun ke lapangan, namun tembakan gas air mata dari pihak kepolisian membuat seisi stadion panik dan terjadi kalibut.

Dari kesaksian beberapa suporter, aksi pitch invasion oleh fans ditanggapi burtal oleh aparat. Pendukung yang masuk dipukul mundur, puncaknya ditembaki gas air mata.

Baca Juga: Kronologi Tragedi Kerusuhan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang Memakan Ratusan Nyawa

Asap pedas membuat penonton kalang-kabut dan berebut keluar stadion. Di tengah suasana panik, banyak yang terinjak-injak dan kehabisan napas.

"Stadionnya tidak siap, mereka tak menduga akan ada kekacauan sebesar ini," lanjut Roca.

Saya rasa polisi kelewat batas, meski saya tak di lapangan dan tak mengalami dampaknya. Melihat foto-fotonya, mungkin seharusnya mereka bisa memakai teknik lain.***

Editor: Ahmad D


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x